Pantang Menyerah Tak Kenal Lelah



Halo selamat berkunjung di InfoMedia.

Mari para pembaca intensif yang baik, penulis akan sedikit bercerita. Pada topik bahasan kali ini kita akan membahas sekilas menggunakan bahasa yang mudah dipahami dengan tema berjudul:

"Pantang Menyerah Tak Kenal Lelah."

Dalam kehidupan yang sangat unik ini, tentu saja kita selalu dihantui dan ditemani oleh hambatan dalam hidupnya, itulah yang disebut masalah.

Nah, setiap orang pasti memiliki sebuah masalah. Beban masalah yang dihadapi pun tentu berbeda-beda. Ada yang memiliki masalah ringan, ada pula yang memiliki masalah sedang atau bahkan masalah yang berat, sampai sangat berat untuk di pikul. 
Usia bukanlah sebuah patokan, semua akan mendapatkan masalah, contoh saja bayi yang terlahir selalu di awali dengan tangisan, tanpa di iringi & di asupi ASI oleh sang ibunya, tentu saja bayi itu akan terus menangis begitu dan begitu, tidak kelar-kelar, itu adalah suatu masalah atau hambatan bagi bayi. Bila tidak di berlangsungkannya ASI, bayi tentu akan mengalami penyakit, dan dapat menyebabkan kematian.
Bagaimana, sebuah masalah bukan? Semua pasti akan mendapatkannya di segala usia selama hidupnya. Maka, semua itu merupakan bentuk hambatan dan rintangan dengan harapan segera tuntas dan selesai, sebab sebuah masalah harus di selesaikan bukan di diamkan.

Lari bukanlah jalan untuk menghadapi masalah. Dengan kita malah berlari dari masalah, maka masalah itu tentunya tak akan pernah selesai, tuntas dan kelar. Untuk menyelesaikan suatu masalah maka hadapilah. Hadapi masalah tersebut dengan kegigihan dan penuh sikap optimis, "pasti ada jalan keluar!"

Ingatlah kedua orang tua kita, yang telah bersusah payah, mengeluarkan keringat, tenaga, dan upaya untuk menyekolahkan kita selama hidupnya dari sejak berusia belia. Mereka bersusah payah mencari biaya agar kalian dapat belajar menuntut ilmu, agar kalian bisa lebih pintar dari kedua orang tua kalian, itu adalah sebuah keinginan mereka agar kita terlahir menjadi manusia berguna di mata mereka, kerabat, orang lain dan juga diri sendiri.

Ada tak orang tua yang menginginkan anaknya jadi penjual koran? Menjadi pengamen? Atau pekerjaan yang di anggap kecil dan selalu di kucilkan lalu di pandang sebelah mata, pekerjaan yang tidak ada ilmunya. Tentu saja tak mungkin ada orang tua yang menginginkan anaknya begitu? 
Meskipun ada patut di pertanyakan lagi akal dan pikiran sehat orang tua tersebut.
Kegigihan orang tua kita dalam mencarikan biaya agar kalian mampu bersekolah patut kita contoh, bersyukurlah dengan kehidupan apapun, dalam situasi apa saja, semua akan tuntas dengan rasa syukur.

"Kita tak dapat menentukan takdir, berasal dari keluarga bangsawan ataupun rendahan, kita tidak dapat pula memilih talenta kita."
Kita di dunia hanya di tuntut untuk menjadi manusia paling berguna bagi diri sendiri dan orang lain.

Semuanya, teman-teman pembaca intensif yang saya banggakan, kegigihan merupakan perilaku yang menunjukan kesungguhan, konsisten, rasa optimis, kepercayaan diri, semangat juang, pantang menyerah menghadapi semua masalah yang ada dalam hidup.

Yuk, kalian dapat belajar kehidupan dari burung elang. Burung elang merupakan jenis unggas yang memiliki umur paling panjang di dunia. Umur burung elang dapat mencapai umur 70 tahun. Akan tetapi untuk mencapai umur 70 tahun tidaklah mudah. Pada usia yang telah mencapai 40 tahun, maka cakarnya akan mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok sehingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal sehingga akan menyulitkan mereka saat terbang. Pada saat inilah burung elang akan mengambil keputusan yang sangat berat, apakah mereka akan bertahan dengan kondisi yang transformasi menyakitkan, atau mereka pasrah dan memilih untuk menunggu kematian.

Begitu pula dengan kita, ketika kita memiliki masalah, kita harus menghadapinya dengan gigih meskipun masalah itu sangat susah, sukar dan sulit untuk dihadapi. Dengan kerja keras, pastinya akan memberikan hasil yang terbaik bagi kita. Karena hasil tidak akan pernah menghianati usaha.

Belajarlah dengan gigih dan sungguh-sungguh, bila merasa hampir menyerah selalu ingat kerja keras orang tua kalian dalam membiayai kalian untuk sekolah, tanpa kehadiran mereka kita tak akan bisa sampai seperti saat ini, pasti ada yang sudah berdasi, sudah berseragam tentara, polisi, dokter, professor, karena apa? Pendidikan, ajaran dan moral yang mereka berikan, jasa mereka sangat luar biasa kawan.

Semoga dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk para remaja awal hingga akhir, yang statusnya masih student, di usia para remaja, di rasa bisa menyeimbangi sifat malas dan rajin atau malah seharusnya malah semakin rajin, tetapi pula jangan terlalu malas, tak ada harapan sukses jika malas, pepatah mengatakan;

"Rajin pangkal kaya, malas pangkal miskin."

Perlu di ingat, pola pikir remaja bukan untuk bermain-main lagi, sudah punya pemikiran kedepan untuk masadepannya, sudah expired masa bermainnya.

Last, jangan pernah menyerah dalam menghadapi setiap masalah, hadapilah selalu dengan senyuman, perlihatkan senyumanmu kepada keluarga, senyuman tanda mensyukuri anugerah terciptanya diri kita yang terlahir kedunia. 
Tenang kawan, bahagia dunia akhirat tentu idaman semua orang, kebahagiaan merupakan keinginan semua orang. 

Teruslah semangat dan pantang menyerah!

Belum ada Komentar untuk "Pantang Menyerah Tak Kenal Lelah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel